Translate

Friday, April 27, 2012

belajar dari spongebob : kontes komposer squidward

Gue heran sama penonton acara konser squidward di episode ini. Kenapa mereka bisa suka sama lagu yang juga ada instrumen penyiksaan patrick didalamnya ? Tapi gak mirip penyiksaan juga sih, cuma patrick sama spongebobnya aja yang heboh. Pada hari itu, spongebob dan patrick sedang bermain dengan hebohnya di halaman rumah mereka. Yah tentu saja, squidward selalu merasa terganggu dengan keberadaan mereka berdua karena ia sedang membuat karangan lagu. Gue aja yang nonton ikut terganggu. Kemudian squidward mengusir mereka dari halamannya agar bermain jauh-jauh dari nya.     Squidward kembali berkonsentrasi untuk membuat karangan lagunya. Tapi lagi-lagi ia terganggu dengan suara ketokan palu dari luar rumahnya. Kembali ia memarahi spongebob, karena ia mengira itu adalah ulah spongebob. Tapi ternyata itu adalah pekerjaan dari tukang kayu yang sedang memasang pengumuman kontes komposer bikini bottom. Squidward pun senang bukan kepalang sampai memeluk tukang kayu itu. Ia pun melanjutkan untuk mengarang lagu nya dengan penuh semangat. Tetapi lagi-lagi ia terkejut karena hasil karangannya harus dikumpulkan besok. Ya ia sekarang harus bekerja ekstra cepat.     Seiring dengan squidward yang sedang bekerja membuat karangannya, spongebob pun sedang memeriksa patrick dengan cara yang aneh. Gak tau juga apa yang diderita patrick sehingga harus diperiksa spongebob. Spongebob pun memeriksa patrick dengan cara-cara yang super aneh dan gue gak tega buat nulisnya.
  Squidward pun memarahi mereka karena tidak bisa diam dan mengganggu konsentrasinya. Setelah merasa suasana diluar sudah agak tenang, squidward kembali berkonsentrasi pada karangannya. Ia pun berfikir dengan keras sampai otaknya hujan dan badai. Gue gak tau kalo otak squidward itu kayak atmosfer bumi. Badai di otak squidward pun reda dan berganti menjadi pelangi inspirasi. Ia pun langsung menulis semua inspirasi yang didapatkannya. Tetapi tiba-tiba spongebob dan patrick kembali membuat gaduh. Dan pelangi inspirasi squidward pun leleh. Gue heran, sebenernya pelangi itu terbuatnya dari apa sih. Katanya penciptanya agung, gue tanya sama agung hercules malah gue dilempar barbel. Oke lupakan gue yang kelempar  barbel. Squidward pun sedih dengan melelehnya inspirasi pelanginya itu.     Ia kembali memaksa untuk befikir walaupun terganggu dengan suara-suara aneh spongebob dan patrick. Akhirnya setelah lama berfikir dengan keributan yang menyiksa, karangan squidward pun selesai. Esok harinya ia mengumpulkan hasil karangannya tanpa membacanya ulang karena ia terlalu percaya diri. Dan benar saja, ia memenangkan kontes komposer itu sehingga ia mendapatkan kesempatan untuk mementaskan lagunya sendiri.
  Malam harinya ia sangat bahagia karena bisa membuat konsernya sendiri. Awalnya ia sangat percaya diri karena banyak penonton yang kagum dengan lagunya. Namun ditengah lagu tiba-tiba muncul spongebob dan patrick untuk memainkan instrumen pemeriksaan mereka (baca penyiksaan). Ternyata squidward menulis apa yang ia dengar ketika spongebob memriksa patrick. Mulailah ia gelisah karena dengan adanya kedua pengacau itu lagunya akan hancur. Ya memang sih penonton terkejut karena ulah kedua orang itu sangat mencolok dan aneh.     Dan akhirnya lagu milik squidward telah selesai dimainkan. Ia pun sedih karena berfikir semua penonton pasti tidak menyukai musiknya. Ternyata itu salah, semua penonton menyukai pementasan lagu squidward itu. Ia pun menjadi besar kepala. Ia menjadi besar kepal bukan karena sombong, tetapi karena dipompa oleh spongebob. ......      Squidward berfikir konsernya akan hancur dengan adanya patrick dan spongebob yang mengacau didalamnya. Tetapi ternyata semua penonton menyukainya. Kekurangan yang dianggap fatal oleh squidward, ternyata menurut penonton adalah hal yang unik. Dan ia tidak menyadari itu sebelumnya. Sama seperti kita yang selalu berfikir untuk menghilangkan kekurangan dari apa yang sudah kita perbuat. Selalu saja kita menuntut hasil yang sempurna. Dan akhirnya kita hanya fokus pada kekurangan itu saja. Ingatlah, tidak ada gading yang tak retak, tidak ada manusia yang sempurna. Semua kekurangan itu malah akan mewarnai kehidupan kita sehingga lebih berwana.     Bayangkan saja jika putih adalah sempurna dan hitam digunakan untuk menutupi ketidaksempurnaan, hasilnya pasti hanyalah lukisan hitam putih yang membosankan. Tapi jika kita menolerir warna hijau yang tercoret, biru yang tumpah, merah yang tergores, dan warna lainnya yang sebenarnya mengganggu. Hasilnya akan lebih menarik dengan warna-warna yang seolah menari dilukisan itu. Seperti itulah beberapa kekurangan yang ada di hidup kita. Tetapi bukan berarti kita malah dengan sengaja membuat kesalah itu. Itu mah bego.     Ada satu cerita yang pernah gue baca di buku karangan Ajahn Brahm. Dimana ceritanya tentang sang penulis sendiri, Ajahn Brahm, ketika ia bersama teman-temannya ingin membuat wihara. Dia bertugas membuat dinding wihara, dan itu adalah pengalaman pertamanya membuat dinding. Awalnya ia menikmati dan menganggapnya mudah. Tapi lama-kelamaan ia mulai lelah dan yah kurang berkonsentrasi. Akhirnya dinding itu selesai juga. Namun ia terkejut karena ada 2 pasang batu bata yang miring dan terlihat tidak sesuai dengan bata-bata yang lain. Semua bata terlihat rapi, tetapi kedua bata itu sangat mengganggunya. Rasanya ia ingin merobohkan dinding itu dan membangun ulang. Tetapi kepala wihara itu menyarankannya untuk membiarkan saja. Kepala wihara bertanya kepada Ajahn Brahm ”ada berapa bata yang tersusun di tembok itu ?”, kemudian Ajahn Brahm menjawab “ada sekitar 1000 batu bata”. Sang kepala wihara berkata dengan bijak kepada Ajahn Brahm “berarti ada 998 batu bata lain yang rapi dan tersusun indah”.     Sama seperti cerita diatas, kita seringkali hanya fokus kepada kekurangan kita dan terus mencoba memperbaikinya. Namun kita tidak melihat potensi apa yang sebenarnya kita miliki dan berusaha mengembangkannya. Abaikan semua hal negatif yang ada disekitar kita, perbaiki jika kita bisa dan biarkan saja jika tidak bisa. Fokuslah pada hal yang positif dan kembangkan sehinggan kita bisa menjadi super. Super sekali bukan. Nah lo, kenapa gue jadi Mario Teguh ?!     Jadi, biarkan kekurangan kita seperti apa adanya. Terimalah dan berdamailah dengannya. Lantas bukan kemudian kita tidak berusaha dan hanya pasrah. Fokuskanlah energi kita kepada kelebihan kita. Sehingga semua orang terkagum dengan kehebatan kita, bukannya tercengang dengan kekurangan kita.
Bukan manusia namanya kalau tidak punya salah 
-Jenifer Tambunan-

No comments:

Post a Comment